Apakah kurma bisa menyebabkan diabetes? Simak penjelasan tentang kandungan gula dalam kurma, pengaruhnya terhadap gula darah, dan tips aman mengonsumsinya.
Kurma sering dikonsumsi saat berbuka puasa karena rasanya manis dan mengandung energi cepat. Namun, muncul pertanyaan apakah konsumsi kurma bisa menyebabkan diabetes.
Jawabannya tidak sesederhana itu. Kurma memang mengandung gula alami, tetapi bukan berarti otomatis memicu diabetes.
Kurma mengandung glukosa dan fruktosa yang memberi rasa manis alami. Selain itu, buah ini juga kaya serat, kalium, dan antioksidan.
Serat dalam kurma membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah sehingga lonjakan gula tidak terjadi terlalu drastis jika dikonsumsi wajar.
Setiap makanan manis tentu dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, indeks glikemik kurma tergolong sedang jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas.
Masalah biasanya muncul ketika kurma dikonsumsi berlebihan, apalagi jika disertai makanan tinggi gula lainnya.
Diabetes tipe 2 umumnya berkembang karena kombinasi faktor genetik, resistensi insulin, pola makan tinggi kalori, dan gaya hidup kurang aktif.
Mengonsumsi kurma dalam porsi wajar tidak secara langsung menyebabkan diabetes. Risiko meningkat jika asupan gula total harian berlebihan dalam jangka panjang.
Penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi kurma, tetapi perlu memperhatikan jumlahnya. Biasanya satu hingga dua buah dalam satu waktu masih dapat ditoleransi, tergantung kondisi individu.
Pemantauan gula darah tetap penting untuk mengetahui respons tubuh terhadap makanan tertentu.
Menggabungkan kurma dengan sumber protein atau lemak sehat dapat membantu memperlambat kenaikan gula darah. Hindari mengonsumsinya bersamaan dengan minuman manis tambahan.
Pola makan seimbang dan aktivitas fisik tetap menjadi kunci utama menjaga kadar gula darah stabil.
Kurma tidak secara langsung menyebabkan diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Buah ini justru memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.
Yang perlu diperhatikan adalah total asupan gula harian dan pola hidup secara keseluruhan, bukan hanya satu jenis makanan.