Pengapuran sendi atau osteoartritis tidak selalu sembuh total, tapi gejalanya bisa dikendalikan. Simak penyebab, solusi, dan pencegahannya di sini.
Pengapuran sendi atau osteoartritis adalah kondisi ketika tulang rawan (kartilago) yang melapisi ujung tulang pada sendi mengalami kerusakan atau penipisan. Akibatnya, tulang bergesekan langsung sehingga menimbulkan nyeri, kaku, hingga pembengkakan. Kondisi ini sering dialami oleh orang lanjut usia, tetapi juga dapat menyerang usia muda karena berbagai faktor risiko.
Secara medis, pengapuran sendi tidak dapat sembuh total karena kerusakan pada tulang rawan umumnya permanen. Kartilago memiliki kemampuan regenerasi yang sangat terbatas, sehingga jika sudah rusak parah, sulit untuk kembali normal seperti semula.
Namun, bukan berarti kondisi ini tidak bisa dikendalikan. Dengan penanganan yang tepat, penderita osteoartritis bisa mengurangi gejala, memperlambat progres penyakit, dan tetap aktif beraktivitas tanpa nyeri berlebihan.
Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
Obesitas: Berat badan berlebih memberi tekanan lebih pada sendi, terutama lutut dan pinggul.
Cedera Sendi: Riwayat cedera atau trauma lama bisa memicu kerusakan tulang rawan.
Aktivitas Berlebihan: Gerakan berulang dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan sendi.
Faktor Genetik: Beberapa orang memiliki kecenderungan bawaan mengalami osteoartritis.
Penyakit Metabolik: Seperti diabetes atau gangguan hormon tertentu.
Meskipun tidak bisa sembuh total, ada banyak cara untuk mengendalikan pengapuran sendi:
Olahraga Ringan: Aktivitas seperti berenang, yoga, atau bersepeda dapat mengurangi kaku sendi.
Fisioterapi: Latihan peregangan dan penguatan otot sekitar sendi.
Kontrol Berat Badan: Menurunkan berat badan dapat mengurangi beban pada sendi.
Kompres Panas atau Dingin: Membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
Obat anti nyeri dan antiinflamasi: Seperti paracetamol atau NSAID (ibuprofen, naproksen).
Suplemen: Glukosamin dan kondroitin dipercaya membantu memperlambat kerusakan sendi (meski bukti ilmiahnya bervariasi).
Obat suntik intra-artikular: Kortikosteroid atau asam hialuronat dapat diberikan untuk mengurangi nyeri jangka pendek.
Terapi PRP (Platelet Rich Plasma): Suntikan plasma kaya trombosit untuk membantu regenerasi jaringan (masih terus diteliti).
Operasi Penggantian Sendi (Total Joint Replacement): Dilakukan bila kerusakan sudah parah dan tidak responsif terhadap terapi lain.
Penelitian medis sedang mengembangkan terapi regenerasi tulang rawan menggunakan sel punca (stem cell therapy), namun hingga kini masih dalam tahap penelitian dan belum menjadi pengobatan standar di seluruh dunia. Beberapa kasus menunjukkan perbaikan fungsi sendi, tetapi hasilnya bervariasi.
Rutin berolahraga ringan untuk menjaga fleksibilitas sendi.
Hindari mengangkat beban berlebihan.
Jaga berat badan tetap ideal.
Konsumsi makanan kaya omega-3 (ikan salmon, sarden), vitamin D, dan kalsium.
Rutin cek kesehatan sendi jika ada riwayat keluarga osteoartritis.
Pengapuran sendi tidak bisa sembuh total, tetapi gejalanya bisa dikendalikan. Dengan gaya hidup sehat, pengobatan yang tepat, dan terapi medis bila diperlukan, penderita osteoartritis dapat tetap beraktivitas tanpa gangguan berarti. Konsultasikan ke dokter spesialis ortopedi atau reumatologi untuk penanganan sesuai kondisi Anda.