Apakah diabetes menular? Ketahui fakta tentang penyebab diabetes, faktor risiko, dan alasan mengapa penyakit ini tidak menular.
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak dialami masyarakat. Karena jumlah penderitanya terus meningkat, tidak sedikit orang mulai merasa khawatir ketika ada anggota keluarga atau orang di sekitarnya yang terkena diabetes.
Sayangnya, masih ada anggapan bahwa diabetes bisa menular melalui kontak langsung, makanan, atau penggunaan barang bersama. Padahal, pemahaman seperti ini sering membuat penderita merasa dijauhi dan tidak nyaman.
Lalu, sebenarnya apakah diabetes menular?
Diabetes tidak termasuk penyakit menular. Artinya, kondisi ini tidak bisa berpindah dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan, udara, makanan, atau penggunaan alat makan bersama.
Berada dekat dengan penderita diabetes juga tidak membuat seseorang tertular penyakit tersebut.
Diabetes adalah gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kadar gula darah dan hormon insulin di dalam tubuh.
Tubuh membutuhkan insulin untuk membantu gula dari makanan masuk ke dalam sel dan digunakan sebagai energi.
Pada penderita diabetes, proses ini mengalami gangguan. Ada yang tubuhnya tidak memproduksi insulin dalam jumlah cukup, ada juga yang tubuhnya tidak merespons insulin dengan baik.
Akibatnya, kadar gula dalam darah menjadi tinggi.
Karena berkaitan dengan sistem metabolisme tubuh, diabetes tidak bisa menular seperti flu atau infeksi virus.
Salah satu alasan munculnya anggapan diabetes menular adalah karena penyakit ini sering terjadi dalam satu keluarga.
Padahal, kondisi tersebut lebih berkaitan dengan faktor genetik dan gaya hidup yang mirip.
Misalnya, pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari dalam keluarga dapat meningkatkan risiko diabetes pada beberapa anggota keluarga sekaligus.
Jadi, yang “diturunkan” bukan penyakit menularnya, melainkan faktor risiko dan kebiasaan hidupnya.
Diabetes sendiri terdiri dari beberapa jenis. Yang paling umum adalah diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1 lebih berkaitan dengan gangguan autoimun, ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil insulin.
Sementara diabetes tipe 2 lebih sering dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan resistensi insulin.
Keduanya sama-sama tidak menular.
Meskipun tidak menular, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes, seperti:
pola makan tidak sehat,
kurang bergerak,
berat badan berlebih,
faktor keturunan,
dan usia.
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula terus-menerus juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami diabetes karena gejalanya muncul perlahan.
Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
sering haus,
sering buang air kecil,
tubuh mudah lelah,
berat badan turun tanpa sebab jelas,
dan luka yang sulit sembuh.
Jika mengalami gejala tersebut, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan lebih awal.
Karena diabetes sangat berkaitan dengan gaya hidup, menjaga kebiasaan sehat menjadi langkah penting untuk membantu menurunkan risiko.
Mengatur pola makan, rutin bergerak, tidur cukup, dan menjaga berat badan membantu tubuh bekerja lebih optimal.
Kesehatan tubuh tidak ditentukan oleh satu faktor saja, tetapi oleh kebiasaan sehari-hari dalam jangka panjang.
Masih banyak penderita diabetes yang merasa tidak nyaman karena dianggap membawa penyakit menular.
Padahal, diabetes tidak dapat berpindah melalui sentuhan atau interaksi biasa.
Dukungan keluarga dan lingkungan justru sangat penting agar penderita dapat menjaga kondisi tubuh dan menjalani pengobatan dengan lebih baik.
Diabetes sering berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas di awal. Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin membantu mendeteksi kondisi lebih cepat.
Semakin dini diabetes diketahui, semakin besar peluang untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi.
Informasi kesehatan yang salah sering membuat banyak orang merasa takut atau memiliki stigma tertentu terhadap penyakit.
Memahami bahwa diabetes bukan penyakit menular membantu masyarakat lebih bijak dalam menyikapi penderita dan lebih fokus pada pencegahan melalui pola hidup sehat.
Diabetes bukan penyakit menular dan tidak dapat berpindah melalui sentuhan, makanan, atau penggunaan barang bersama.
Penyakit ini terjadi karena gangguan pada pengaturan gula darah dan dipengaruhi oleh faktor genetik serta gaya hidup.
Menjaga pola makan sehat, aktif bergerak, dan rutin memeriksakan kesehatan menjadi langkah penting untuk membantu menurunkan risiko diabetes dan menjaga tubuh tetap sehat.