Tips aman berpuasa bagi penderita GERD agar asam lambung tidak naik. Simak pola makan sahur, berbuka, dan makanan yang harus dihindari.
Banyak penderita GERD ragu untuk berpuasa karena khawatir asam lambung naik dan memicu nyeri dada, mual, atau sensasi terbakar di ulu hati. Padahal, dengan strategi yang tepat, puasa justru bisa membantu mengatur pola makan dan memperbaiki kebiasaan yang selama ini memperparah gejala.
Artikel ini membahas tips aman berpuasa bagi penderita GERD, mulai dari pola makan sahur–berbuka, pilihan makanan, hingga kebiasaan yang harus dihindari.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan karena melemahnya katup pemisah lambung dan esofagus. Gejala umum meliputi:
Sensasi terbakar di dada (heartburn)
Rasa asam atau pahit di mulut
Perut kembung
Mual
Batuk kering kronis
Tenggorokan terasa mengganjal
Saat puasa, lambung kosong lebih lama. Jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini bisa memicu iritasi lambung.
Sahur sangat penting untuk mencegah lambung kosong terlalu lama.
Pilih makanan:
Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)
Protein rendah lemak (telur rebus, ayam tanpa kulit, tahu, tempe)
Sayuran tidak asam
Buah rendah asam (pisang, melon, pepaya)
Hindari:
Makanan pedas
Makanan asam
Gorengan berlebihan
Kopi saat sahur
Kesalahan umum penderita GERD adalah langsung makan besar saat berbuka.
Langkah ideal:
Air putih hangat
Kurma secukupnya
Tunggu 10–15 menit
Makan utama dalam porsi kecil
Makan langsung dalam jumlah besar bisa membuat lambung “kaget” dan memicu refluks.
Setiap orang punya pemicu berbeda, tetapi umumnya hindari:
Makanan pedas ekstrem
Makanan berlemak tinggi
Santan kental
Cokelat
Kopi
Minuman bersoda
Makanan asam (jeruk, tomat berlebihan)
Berikan jeda minimal 2–3 jam sebelum tidur.
Posisi langsung berbaring membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Jika perlu:
Gunakan bantal lebih tinggi
Tidur miring ke kiri
Lebih baik:
✔ Porsi kecil tapi cukup
❌ Porsi besar sekaligus
Lambung yang terlalu penuh meningkatkan tekanan dan memicu refluks.
Jika Anda rutin mengonsumsi obat lambung seperti antasida atau PPI, konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian jadwal selama puasa.
Biasanya:
Obat diminum sebelum sahur
Atau sebelum berbuka
Jangan menghentikan obat tanpa arahan medis.
Stres dapat memperparah GERD.
Selama puasa:
Perbanyak istirahat
Hindari begadang
Lakukan relaksasi ringan
Perbanyak ibadah untuk ketenangan mental
Nasi merah + ayam kukus
Tumis bayam ringan (tidak pedas)
Tahu/tempe
Pisang
Air putih hangat
Air putih
2–3 kurma
Sup bening ayam
Nasi + lauk rendah lemak
Buah tidak asam
Penderita GERD sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami:
Nyeri dada hebat
Muntah darah
Sulit menelan
Berat badan turun drastis
GERD kronis berat
Jika dokter menyarankan tidak berpuasa, keselamatan kesehatan tetap menjadi prioritas.
Pada beberapa orang, puasa membantu:
Mengurangi frekuensi makan berlebihan
Mengurangi konsumsi kopi
Mengatur jadwal makan lebih disiplin
Namun jika pola makan saat berbuka tidak terkontrol, gejala bisa memburuk.
Kunci utamanya adalah pola makan yang tepat, bukan sekadar tidak makan seharian.
Penderita GERD tetap bisa berpuasa dengan aman selama menjaga pola makan dan gaya hidup. Jangan melewatkan sahur, hindari makanan pemicu, makan dalam porsi kecil, dan beri jeda sebelum tidur.
Jika gejala memburuk, segera konsultasi ke tenaga medis. Puasa yang sehat bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga menjaga keseimbangan tubuh.