Osteoporosis tidak hanya menyerang lansia. Usia muda juga bisa berisiko mengalami osteoporosis akibat gaya hidup dan faktor tertentu
Osteoporosis sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia. Padahal, kenyataannya osteoporosis juga bisa terjadi pada usia muda. Meski kasusnya tidak sebanyak pada lansia, kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kualitas hidup dalam jangka panjang.
Memahami penyebab dan faktor risikonya menjadi langkah penting untuk pencegahan sejak dini.
Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tulang yang sehat seharusnya padat dan kuat, namun pada osteoporosis, struktur tulang melemah secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Di usia muda, pembentukan massa tulang seharusnya berada pada fase optimal. Namun, beberapa kondisi dapat menghambat proses ini. Kurangnya asupan kalsium dan vitamin D, jarang beraktivitas fisik, serta gaya hidup tidak sehat dapat memengaruhi kekuatan tulang sejak dini.
Selain itu, faktor genetik juga berperan besar. Seseorang dengan riwayat keluarga osteoporosis memiliki risiko lebih tinggi, meskipun usianya masih tergolong muda.
Kebiasaan duduk terlalu lama, jarang berolahraga, serta konsumsi kafein dan minuman bersoda berlebihan dapat berdampak negatif pada kepadatan tulang. Paparan sinar matahari yang minim juga menyebabkan tubuh kekurangan vitamin D, yang penting untuk penyerapan kalsium.
Osteoporosis di usia muda sering tidak disadari hingga terjadi patah tulang. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko cedera, nyeri kronis, serta gangguan aktivitas sehari-hari di usia selanjutnya.
Menjaga kesehatan tulang sebaiknya dimulai sejak usia muda. Pola makan seimbang, olahraga rutin, dan gaya hidup sehat berperan penting dalam membangun massa tulang yang kuat. Semakin baik kualitas tulang sejak dini, semakin kecil risiko osteoporosis di kemudian hari.
Osteoporosis tidak hanya terjadi pada usia lanjut. Usia muda pun berisiko mengalami osteoporosis, terutama jika memiliki faktor genetik dan gaya hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tulang sejak dini merupakan investasi penting untuk masa depan.