Sering makan dimsum apakah berbahaya? Ketahui dampak kesehatan dimsum, kandungan gizinya, serta tips aman mengonsumsinya agar tetap sehat
Dimsum menjadi salah satu makanan favorit banyak orang karena rasanya yang lezat dan variasinya yang beragam. Mulai dari siomay, hakau, hingga bakpao mini, dimsum kerap dijadikan camilan atau menu makan bersama. Namun, muncul pertanyaan, apakah sering memakan dimsum dapat berdampak buruk bagi kesehatan?
Untuk menjawabnya, kita perlu melihat kandungan dan cara konsumsi dimsum secara menyeluruh.
Dimsum umumnya terbuat dari daging olahan, tepung, dan tambahan bumbu. Beberapa jenis dimsum juga mengandung lemak, garam, serta bahan pengawet, terutama pada produk beku atau siap saji. Meski dimsum kukus dianggap lebih sehat dibandingkan yang digoreng, kandungan natrium dan lemak tetap perlu diperhatikan.
Konsumsi dimsum yang terlalu sering dapat meningkatkan asupan garam dan lemak harian. Garam berlebih berisiko memicu tekanan darah tinggi, sementara lemak berlebih dapat berpengaruh pada kadar kolesterol. Selain itu, dimsum cenderung rendah serat sehingga jika dikonsumsi tanpa diimbangi sayur dan buah, pencernaan bisa terganggu.
Dimsum sering dikonsumsi dalam jumlah banyak karena ukurannya kecil. Tanpa disadari, kalori yang masuk bisa cukup tinggi. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi aktivitas fisik, risiko kenaikan berat badan pun meningkat.
Dimsum tetap aman dikonsumsi selama tidak berlebihan dan menjadi bagian dari pola makan seimbang. Memilih dimsum kukus, membatasi saus pendamping, serta menambahkan sayuran sebagai pelengkap dapat membantu mengurangi dampak negatif bagi kesehatan.
Sering memakan dimsum tidak langsung berbahaya, tetapi konsumsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. Kandungan garam, lemak, dan rendahnya serat menjadi hal yang perlu diperhatikan. Dengan porsi yang wajar dan pola makan seimbang, dimsum tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir.