Makanan yang dibakar dapat berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Kenali risikonya, terutama saat tradisi bakar-bakar daging di malam tahun baru
Tradisi bakar-bakar makanan, terutama daging, sudah menjadi bagian dari perayaan malam tahun baru di Indonesia. Kegiatan ini sering dilakukan bersama keluarga atau teman sebagai bentuk kebersamaan dan perayaan pergantian tahun. Meski terasa menyenangkan, konsumsi makanan yang dibakar secara berlebihan ternyata dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan.
Penting untuk memahami risiko yang mungkin muncul agar tradisi tahun baru tetap bisa dinikmati dengan lebih sehat.
Saat makanan, terutama daging, dibakar dengan suhu tinggi, dapat terbentuk senyawa berbahaya seperti zat karsinogenik. Senyawa ini muncul akibat lemak dan protein yang terkena api langsung atau asap pembakaran. Jika sering dikonsumsi, zat tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Bagian daging yang gosong atau berwarna hitam mengandung senyawa paling tinggi dan sebaiknya dihindari.
Konsumsi makanan bakar secara berlebihan dapat berdampak pada sistem pencernaan dan kesehatan metabolik. Beberapa orang dapat mengalami iritasi lambung, terutama bagi yang memiliki riwayat maag. Selain itu, makanan bakar cenderung tinggi lemak jenuh, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan penyakit jantung.
Dalam jangka panjang, paparan zat hasil pembakaran yang berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
Pada malam pergantian tahun, kegiatan bakar sate, jagung bakar, sosis, dan daging panggang menjadi pemandangan umum di berbagai daerah di Indonesia. Sayangnya, dalam suasana perayaan, sering kali porsi makanan berlebih dan proses pembakaran dilakukan tanpa memperhatikan aspek kesehatan.
Ditambah dengan konsumsi saus manis, kecap berlebihan, serta makanan pendamping tinggi gula dan lemak, risiko gangguan kesehatan pun semakin meningkat.
Agar tetap bisa menikmati tradisi bakar-bakar saat tahun baru, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Menghindari bagian makanan yang terlalu gosong, membatasi porsi daging, serta menyeimbangkan dengan sayur dan buah dapat membantu mengurangi risiko. Menggunakan metode panggang tidak langsung dan menjaga jarak makanan dari api juga dapat mengurangi pembentukan zat berbahaya.
Makan makanan yang dibakar memang lezat dan menjadi bagian dari tradisi tahun baru di Indonesia. Namun, konsumsi berlebihan dan proses pembakaran yang tidak tepat dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Dengan lebih bijak dalam memilih bahan, cara memasak, dan porsi makanan, tradisi bakar-bakar tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.