Gula dalam makanan dan minuman dapat memengaruhi kadar gula darah. Kenali jenis gula yang memperparah diabetes dan cara membatasinya agar gula darah tetap stabil
Diabetes adalah penyakit kronis yang berkaitan erat dengan kadar gula darah yang tinggi. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi penderita diabetes adalah asupan gula sehari-hari. Gula dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari makanan maupun minuman. Namun, banyak orang belum menyadari bahwa gula dalam minuman sering kali lebih berisiko dibandingkan gula dalam makanan.
Memahami perbedaan dan dampaknya penting agar pengelolaan diabetes menjadi lebih efektif.
Gula dalam minuman, seperti minuman manis kemasan, teh manis, kopi bergula, dan minuman bersoda, cenderung cepat diserap tubuh. Hal ini menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan dalam waktu singkat. Karena bentuknya cair, gula dalam minuman tidak memberikan rasa kenyang sehingga sering dikonsumsi berlebihan tanpa disadari.
Kondisi ini membuat gula dalam minuman menjadi salah satu pemicu utama memburuknya kadar gula darah pada penderita diabetes.
Gula dalam makanan biasanya berasal dari karbohidrat sederhana maupun kompleks. Makanan manis seperti kue, permen, dan roti putih dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. Sementara itu, gula alami yang terdapat dalam buah dan makanan berserat cenderung diserap lebih lambat karena adanya serat yang membantu mengontrol kenaikan gula darah.
Namun, konsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan tetap dapat memperparah kondisi diabetes jika tidak dikontrol dengan baik.
Secara umum, gula dalam minuman dianggap lebih berbahaya bagi penderita diabetes dibandingkan gula dalam makanan. Hal ini karena minuman manis menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat dan tidak memberikan efek kenyang. Akibatnya, tubuh menerima asupan gula yang besar dalam waktu singkat.
Meski begitu, gula dalam makanan tetap perlu dibatasi, terutama dari sumber olahan dan makanan tinggi gula tambahan.
Baik gula dalam makanan maupun minuman, yang perlu diwaspadai adalah gula tambahan. Gula tambahan tidak memberikan manfaat nutrisi penting dan hanya meningkatkan risiko komplikasi diabetes. Membaca label nutrisi dan memilih makanan alami dapat membantu mengontrol asupan gula harian.
Gula dalam minuman cenderung lebih cepat memperparah diabetes dibandingkan gula dalam makanan karena menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Namun, keduanya tetap perlu dikontrol untuk menjaga kestabilan gula darah. Mengurangi gula tambahan dan memilih pola makan seimbang merupakan langkah penting dalam pengelolaan diabetes yang lebih baik.