Aloherbal - Batas Konsumsi Gula yang Wajar, Berapa Banyak yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

Aloherbal - Batas Konsumsi Gula yang Wajar, Berapa Banyak yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

  • Home
  • Aloherbal - Batas Konsumsi Gula yang Wajar, Berapa Banyak yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari?
blog1
22 JULI 2026 02:34 Dilihat : 3

Batas Konsumsi Gula yang Wajar, Berapa Banyak yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

Berapa batas konsumsi gula yang wajar setiap hari? Ketahui rekomendasi konsumsi gula menurut Kemenkes dan WHO serta dampak jika mengonsumsi gula berlebihan.

Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Hampir setiap hari kita mengonsumsinya, baik dari makanan maupun minuman. Namun, konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kerusakan gigi.

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa gula tidak hanya berasal dari gula pasir yang ditambahkan ke dalam teh atau kopi. Berbagai makanan dan minuman kemasan juga sering mengandung gula tambahan dalam jumlah yang cukup tinggi.

Lalu, berapa sebenarnya batas konsumsi gula yang masih dianggap wajar?

Apa yang Dimaksud dengan Gula Tambahan?

Sebelum membahas jumlah yang dianjurkan, penting untuk memahami perbedaan antara gula alami dan gula tambahan.

Gula alami terdapat secara alami dalam buah, sayuran, dan susu. Makanan tersebut juga mengandung vitamin, mineral, serat, atau protein sehingga tetap menjadi bagian dari pola makan sehat.

Sementara itu, gula tambahan adalah gula yang ditambahkan selama proses pengolahan makanan atau minuman, misalnya gula pasir, gula cair, sirup jagung, sirup fruktosa, maupun pemanis lain yang berfungsi memberikan rasa manis.

Anjuran pembatasan konsumsi umumnya ditujukan untuk gula tambahan, bukan gula alami yang terdapat dalam buah utuh atau susu.

Berapa Batas Konsumsi Gula yang Wajar?

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi gula tambahan sebaiknya tidak melebihi 50 gram per hari, atau sekitar 4 sendok makan untuk orang dewasa.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar gula tambahan dikonsumsi kurang dari 10% dari total kebutuhan energi harian. Bahkan, mengurangi hingga sekitar 5% dari total energi harian dinilai dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik, terutama untuk menurunkan risiko obesitas dan kerusakan gigi.

Artinya, semakin sedikit konsumsi gula tambahan tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi, semakin baik bagi kesehatan.

Mengapa Konsumsi Gula Perlu Dibatasi?

Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan secara terus-menerus dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh.

Ketika tubuh menerima terlalu banyak gula, kelebihan energi tersebut dapat disimpan dalam bentuk lemak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh menjadi kurang peka terhadap hormon insulin. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 pada sebagian orang.

Tidak hanya itu, makanan dan minuman tinggi gula juga sering kali memiliki kandungan kalori yang tinggi tetapi rendah nutrisi, sehingga kurang memberikan manfaat bagi tubuh.

Sumber Gula yang Sering Tidak Disadari

Banyak orang mengira gula hanya berasal dari makanan penutup atau minuman manis. Padahal, gula tambahan juga dapat ditemukan pada berbagai produk sehari-hari.

Misalnya minuman kemasan, teh manis, kopi dengan tambahan sirup, minuman bersoda, biskuit, kue, sereal sarapan, yogurt dengan pemanis, saus, hingga makanan olahan tertentu.

Karena itu, membaca informasi nilai gizi pada kemasan dapat membantu Anda mengetahui jumlah gula yang terkandung dalam suatu produk.

Apakah Buah Perlu Dihindari?

Jawabannya adalah tidak.

Buah mengandung gula alami berupa fruktosa, tetapi juga kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Kandungan serat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga berbeda dengan minuman atau makanan yang mengandung gula tambahan.

Mengonsumsi buah utuh sebagai bagian dari pola makan seimbang tetap dianjurkan untuk mendukung kesehatan tubuh.

Tanda Anda Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Konsumsi gula yang berlebihan tidak selalu langsung menimbulkan gejala. Namun, beberapa tanda yang dapat muncul antara lain berat badan meningkat, mudah merasa lapar, sering menginginkan makanan manis, cepat lelah setelah mengonsumsi makanan tinggi gula, serta lebih mudah mengalami kerusakan gigi.

Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko terjadinya penyakit kronis juga dapat meningkat.

Cara Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tidak berarti harus berhenti mengonsumsi makanan manis sepenuhnya. Perubahan kecil yang dilakukan secara bertahap justru lebih mudah dipertahankan.

Biasakan memilih air putih dibandingkan minuman manis, mengurangi jumlah gula pada teh atau kopi sedikit demi sedikit, serta lebih sering mengonsumsi buah segar sebagai camilan.

Selain itu, biasakan membaca label kemasan sebelum membeli produk makanan atau minuman agar lebih mengetahui kandungan gula tambahannya.

Siapa yang Perlu Lebih Membatasi Gula?

Pada dasarnya, setiap orang dianjurkan untuk membatasi konsumsi gula tambahan.

Namun, penderita diabetes, obesitas, penyakit jantung, atau mereka yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit metabolik biasanya memerlukan pengaturan asupan gula yang lebih ketat sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.

Pengaturan pola makan yang tepat dapat membantu menjaga kadar gula darah dan mengurangi risiko komplikasi.

Menjaga Pola Makan Secara Keseluruhan

Selain membatasi gula, penting juga memperhatikan pola makan secara keseluruhan.

Perbanyak konsumsi sayuran, buah, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan lemak sehat. Kombinasikan dengan aktivitas fisik yang rutin, tidur yang cukup, serta menjaga berat badan ideal untuk mendukung kesehatan dalam jangka panjang.

Pola hidup sehat memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan hanya berfokus pada satu jenis zat gizi.

Kesimpulan

Batas konsumsi gula tambahan yang dianjurkan untuk orang dewasa menurut Kementerian Kesehatan RI adalah tidak lebih dari 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Sementara itu, WHO menyarankan agar gula tambahan dibatasi kurang dari 10% dari total kebutuhan energi harian, bahkan lebih baik jika kurang dari 5%.

Mengurangi konsumsi gula tambahan dapat membantu menurunkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kerusakan gigi. Dengan memilih makanan yang lebih sehat, membaca label gizi, serta membatasi minuman manis, Anda dapat menjaga kesehatan tubuh tanpa harus menghilangkan rasa manis sepenuhnya dari pola makan.


Tulis Komentar Anda

Nama